Di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Murid SMP Negeri 16 Berau, mengikuti Ujian Nasional (UN), meski akses menuju sekolah di kepung Banjir yang telah berlangsung beberapa hari, akibat hujan deras yang terus mengguyur.
Penuh keprihatinan saat putra bangsa ini harus menennteng sepatu agar tidak basah bahkan bukan hanya celana yang harus digulung bahkan rok pun harus dicincing agar tidak basah.
Menerabas banjir merupakan perjuangan tersendiri bagi para pelajar yang sedang menghadapi UN itu. Namun, banjir ini tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengikuti ujian akhir untuk menentukan kelulusan.
Sesampainya di sekolah, para pelajar juga mendapati halaman sekolah mereka digenangi air. Meski begitu, para pelajar ini dengan tertib memasuki ruang UN di SMP Negeri 16 Berau walau kaki basah karena menerjang banjir tapi UN tetap berjalan lancar. Di hari pertama ujian memang sempat tertunda beberapa jam, karena distribusi soal terhalang oleh banjir. KALTIM, 24 April 2013 (Sumber; Liputan6.com)
Sesampainya di sekolah, para pelajar juga mendapati halaman sekolah mereka digenangi air. Meski begitu, para pelajar ini dengan tertib memasuki ruang UN di SMP Negeri 16 Berau walau kaki basah karena menerjang banjir tapi UN tetap berjalan lancar. Di hari pertama ujian memang sempat tertunda beberapa jam, karena distribusi soal terhalang oleh banjir. KALTIM, 24 April 2013 (Sumber; Liputan6.com)
Lain lagi dengan SMP 16 Berau, seperti pada media Kaltim Pos di jelaskan kawasan SMP 20 dengan luas sekitar satu hektare tenggelam akibat jebolnya tanggul salah satu perusahaan batu bara berinisial PT PIJ, yang berjarak 700-an meter.
“Banjir terjadi sejak pukul 12.00 Wita (kemarin) sampai sekarang. Menurut informasi, tanggul dari PT PIJ jebol sehingga air menggenangi seluruh kawasan sekolah,” ujar anggota Komisi III DPRD Samarinda Joha Fajal yang langsung meninjau lokasi banjir.
Sudah dua hari ini pelajar SMP 20 mengikuti UN di sekolahnya. Namun, Kepala SMP 20 Syarif Thohir belum tahu kepastian pelaksanaan hari terakhir UN setelah sekolah mereka tergenang. Pihaknya sudah menginformasikan kendala tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda Ibnu Araby.
“Beliau instruksikan untuk segera dikondisikan. Solusi sementara (lokasi UN) dipindah ke SD 002 (yang berlokasi dekat SMP 20, Red). Tapi kami belum tahu apa besok (hari ini) anak-anak SD bisa diliburkan atau tidak,” ucapnya lirih.
Syarif tampak tidak yakin jika UN bisa terlaksana hari ini. “Solusi sementara adalah langsung meliburkan anak-anak SD 002, tapi saat ini belum ada kepastian,” imbuhnya.
Sementara itu, Unit Pelaksana Teknis Daerah UPTD Pendidikan Kelurahan Bukuan, Ridwan menyatakan pihak Disdik masih mengondisikan SD 002 sebagai lokasi alternatif UN. Karena itu, dia juga belum bisa memastikan apakah UN jadi digelar di SD 002 atau menunggu air surut dulu di SMP 20. (Aceh, 24 April 2013-BP)
“Banjir terjadi sejak pukul 12.00 Wita (kemarin) sampai sekarang. Menurut informasi, tanggul dari PT PIJ jebol sehingga air menggenangi seluruh kawasan sekolah,” ujar anggota Komisi III DPRD Samarinda Joha Fajal yang langsung meninjau lokasi banjir.
Sudah dua hari ini pelajar SMP 20 mengikuti UN di sekolahnya. Namun, Kepala SMP 20 Syarif Thohir belum tahu kepastian pelaksanaan hari terakhir UN setelah sekolah mereka tergenang. Pihaknya sudah menginformasikan kendala tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda Ibnu Araby.
“Beliau instruksikan untuk segera dikondisikan. Solusi sementara (lokasi UN) dipindah ke SD 002 (yang berlokasi dekat SMP 20, Red). Tapi kami belum tahu apa besok (hari ini) anak-anak SD bisa diliburkan atau tidak,” ucapnya lirih.
Syarif tampak tidak yakin jika UN bisa terlaksana hari ini. “Solusi sementara adalah langsung meliburkan anak-anak SD 002, tapi saat ini belum ada kepastian,” imbuhnya.
Sementara itu, Unit Pelaksana Teknis Daerah UPTD Pendidikan Kelurahan Bukuan, Ridwan menyatakan pihak Disdik masih mengondisikan SD 002 sebagai lokasi alternatif UN. Karena itu, dia juga belum bisa memastikan apakah UN jadi digelar di SD 002 atau menunggu air surut dulu di SMP 20. (Aceh, 24 April 2013-BP)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih atas kunjungannya, Admin memperbolehkan Sobat me Link artikel diatas sebagai bahan posts saudara, dengan menclik
" Buat sebuah Link "di bawah ini